Internet, semakin murah, semakin mudah. Tapi Aturan semakin bikin “susah”.
Dahulu sebelum internet “merakyat” dan masih “milik orang2 berkantong tebal” (karena biaya instalasi dan pemakaian resource-nya yang masih mahal dan belum banyak perusahaan yang melirik teknologi ini), pertukaran informasi sangatlah terasa sekali lambatnya dan terkadang juga mahal untuk mendapatkan informasi. Bayangkan saja, surat biasa yang dikirimkan ke seseorang paling cepat sampai sekitar 3-4 hari, kalau mau sehari sampai, musti pakai Kilat khusus, itu pun kalau kotanya tidak berjauhan.
Lalu, kalau ada informasi yang harus disampaikan segera secara tertulis, mentok-mentok pakainya telegram yang mahalnya juga ga kira-kira .Tau kan, klo biaya telegram tu dihitungnya per kata yang ditulis, makanya banyak yang menyingkat-nyingkat kata-kata sedemikian rupa sehingga dapat biaya kirim yang murah). Tapi, ada aja kan kalau disingkat2 gtu yang bikin informasi jadi bias (kayak sekarang aja, dengan teknologi sms aja, ada para alay yg nulis2nya disingkat2, pasti bakal gw tanyain dah tuh, mksudnya apaan, gw suruh kirim balik lagi dah pesannya. Nah ini sms, tinggal send, coba klo telegram?? Mampus aja dah lu, bolak balik kantor pos gara-gara diteleponin sama penerima, karena pesan yang diterima ga jelas.). (more…)
