Selamat pagi semuanya. Setelah lama ga saya update tulisan di blog ini (karena kesibukan proyek2 dan kemalasan  saya membuka web), akhirnya pada pagi ini, mood saya untuk menulis datang kembali. Kali ini saya menulis tidak 100 % tulisan dari buah pikiran saya, tapi hanya ingin menyampaikan info dan pengalaman saya ketika memperpanjang paspor (bahasa Kemenkumham-nya tu SPRI – Surat Perjalanan Republik Indonesia) pada bulan Februari 2014.

Catatan dari saya, proses memperpanjang paspor ini tidak jauh berbeda dengan pembuatan baru, bedanya hanya paspor yang lama disetakan ketika akan memperpanjang masa berlaku paspor (kalau di bahasa Kantor Imigrasinya tu “Paspor RI pengganti”).

–          Hari pertama, saya datang membawa semua kelengkapan yang dipersyaratkan ke Kantor Imigrasi (KANIM) Depok. Awalnya, tu saya kebetulan lagi pengen aja “mengunjungi” KANIM yang alamatnya pindah, karena terakhir kali berurusan dengan KANIM ini 5 tahun lalu :p

Persyaratan Permohonan Paspor RI

Persyaratan Permohonan Paspor RI

Imigrasi Terapkan Pembayaran Paspor Melalui BNI

Imigrasi Terapkan Pembayaran Paspor Melalui BNI

–      Saya kehabisan nomor antrian karena KANIM Depok hanya menerima 100 orang pemohon per hari. Di situ saya bertanya-tanya yang intinya, gimana supaya dapat nomor cepat. Salah seorang petugas memberitahu kalau untuk pemberkasan bisa melalui online. Selanjutnya saya pulang dan hari itu kalau kata orang c bilangnya, saya tidak dapat hasil apa-apa😀

–         Hari berikutnya, saya mencoba melalui online di http://epass.imigrasi.go.id . Webnya memang super-super lemot, walaupun sudah pakai jaringan broadband yang katanya super cepat. Tapi dengan semangat 45, saya terus mencoba untuk menyelesaikan tahapan pengisian form online tesebut. Singkat cerita (karena petunjuk pengisian form online saya rasa sudah banyak yang membagi infonya di blog-blog kawan2 sesama blogger) yang perlu saya tekankan di form tersebut adalah:

  • File scan-an yang di-upload harus berformat Greyscale dengan maksimum size 1MB per file. Tapi, karena lemot ini uploadnya, saya bikin semua file yang di-upload menjadi 300an kb ukuran filenya.
  • Minimal file yang mesti di-upload tu scan-an KTP, Akte Lahir, dan Kartu Keluarga (KK).
  • Ikuti petunjuk sampai dapat lembar permohonan yang mesti di-print yang isinya berisi tentang jumlah yang harus dibayarkan ke bank BNI dan jadwal verifikasi di KANIM yang kita pilih.

–          Lalu, saya bayar di BNI sesuai jumlah yang ditulis di lembar permohonan online tsb (Rp 255.000 ditambah admin Bank Rp 5.000). Form permohonan ini berlaku sampai 1 minggu setelah daftar online, kalau ga ditindaklanjuti dianggap hangus dan musti mulai dari awal lagi daftar onlinenya. Lalu pada hari berikutnya saya datang ke KANIM untuk verifikasi dokumen (saya bingung, udah online,tapi masih aja mesti bawa-bawa dokumen yang di-scan tadi. Tapi setidaknya, saya sudah dapat nomor antrian khusus bagi pendaftar online). Setelah verifikasi dokumen selesai, saya dapat form undangan wawancara keesokan harinya. Catatan untuk undangan wawancara ini:

  • Undangan ini berlaku dari tanggal undangan wawancara sampai dengan 1 bulan setelah tanggal undangan tsb. Jadi, kalau ga sempat keesokan harinya, masih bisa lusa, asal jangan lewat sebulan. Keterlaluan banget ga niatnya kalau smpai lewat sebulan.

–          Setelah wawancara, saya dapat form pengambilan paspor. Di situ tertulis tanggalnya sekitar 2 hari kemudian baru bisa diambil.

–          Dua hari kemudian, saya  mendapatkan paspor saya yang baru. Alhamdulillah.

Terhitung, total 3 hari saya menghabiskan waktu untuk pengurusan paspor. Kata kawan saya c, kalau datangnya pagi-pagi ke KANIM-nya, jadwal verifikasi dokumen bisa berbarengan dengan jadwal wawancara.

Sharing pengalaman ini mudah-mudahan membantu kawan2 semua tentang info2 apa aja yang mungkin ga tertulis di leaflet info Kantor Imigrasi J

Selanjutnya, saya ingin berbagi pengalaman juga tentang prosedur legalisasi dokumen di Kemendiknas, KemenkumHAM dan Kemenlu. Nantikan di blog-page berikutnya J .

Good luck for you all.